Sabtu, 10 Maret 2012

HARDSKILL


Pada artikel sebelumnya saya telah menjelaskan apa itu softskill dan sekarang saya akan jelaskan apa itu hardskill.
Perbedaan antara softskill dengan hardskill :
Softskill : merupakan suatu keterampilan dalam analisis secara nalar, rasional,kronologis dan aplikatif (jelas implementasinya)
Hardskill : sebuah keterampilan dalam mengambil tindakan yang tepat atas apa yang telah di pelajari, tahu cara melakukanya, tahu cara mengaplikasikanya, tsesuai dengan bidang dan kapasitas  masing-masing individu.
Baik hard skill maupun soft skill dua-duanya sangatlah penting, karena manusia pasti berinteraksi dengan manusia lain, baik di pekerjaan, di sekolah atau kuliah, di toko maupun pasar.
Menurut Ramdhani (2008) Soft skill sering juga disebut keterampilan lunak adalah keterampilan yang digunakan dalam berhubungan dan bekerjasama dengan orang lain. Secara garis besar keterampilan ini dapat dikelompokkan ke dalam:
1. Process Skills
2. Social Skills
3. Generic Skills

Dengan demikian dapat disimpulkan :
Hard skill adalah penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan ketrampilan teknis yang berhubungan dengan bidang ilmunya. Sedangkan soft skill adalah ketrampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (termasuk dengan dirinya sendiri). Semua profesi membutuhkan keahlian (hard skill) tertentu akan tetapi semua profesi memerlukan soft skill

SOFTSKILL


Softskill adalah seperangkat kemampuan yang mempengaruhi bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain. Soft skills memuat komunikasi efektif, berpikir kreatif dan kritis, membangun tim, serta kemampuan lainnya yang terkait kapasitas kepribadian individu. Tujuan dari pelatihan soft skills adalah memberikan kesempatan kepada individu untuk untuk mempelajari perilaku baru dan meningkatkan hubungan antar pribadi dengan orang lain. Soft skills memiliki banyak manfaat, misalnya pengembangan karir serta etika profesional. Dari sisi organisasional, soft skills memberikan dampak terhadap kualitas manajemen secara total, efektivitas institusional dan sinergi inovasi. Esensi soft skills adalah kesempatan. Lulusan memerlukan soft skills untuk membuka dan memanfaatkan kesempatan.

softskill adalah sesuatu yang sangat penting. Hanya saja bagaimana strategi agar softskill ini menjadi bagian dari aktivitas kampus atau perkuliahan. Dalam hal ini menurut Patrick S. O’Brien dalam bukunya Making College Count, soft skill dalam masa perkuliahan dapat dikategorikan ke dalam 7 area yang disebut Winning Characteristics, yaitu,
o communication skills,
o organizational skills,
o leadership,
o logic,
o effort,
o group skills, dan
o ethics.

PEMAHAMAN SOFT SKILL
•          Pengembangan soft skill di perguruan tinggi
•           berdasarkan hasil jajak pendapat, kompetensi yang diperlukan dunia kerja ada 2 aspek yaitu : aspek teknis dan non teknis
•          Aspek teknis berhub dengan ltr blk keahlian atau kebutuhan yg diperlukan di dunia kerja
•          Aspek non teknis mencakup motivasi, adaptasi, komunikasi,kerjasama,problem solving,manajemen stress dan kepemimpinan

Aspek non teknis dilapangan
•          Dapat bekerjasama
•          Mampu menghadapi pekerjaan yang mendesak
•          Mampu berkomunikasi secara lisan dan tulisan
•          Mampu bekerja di bawah tekanan
•          Memiliki urgent sense of services
•          Mampu beradaptasi
•          Memiliki inisiatif dengan sikap dan integritas pada pekerjaan
•          Jujur inovatif dan kreatif
•          Mampu bekerja mandiri, sediki bimbingan
•          Memiliki jiwa kepemimpinan yang baik
•          Bertanggung jawab dan memiliki komitmen thd pekerjaan
•          Memiliki motivasi dan antusiasme dalam bekerja ( illah sailah)

Data survey aspek non teknis
•          Mau bekerja keras
•          Kepercayaan diri tinggi
•          Mempunyai visi ke depan
•          Bisa bekerjasama dalam tim
•          Memiliki kepercayaan yang matang
•          Mampu berpikir analitis
•          Mampu beradaptasi
•          Mampu bekerja dalam tekanan
•          Cakap berbahasa ingris
•          Mampu mengorganisir pekerjaan( tempo,2007)

PT vs DUNIA KERJA
•          PT: lulusan yang high competence adalah lulusan dengan IPK tinggi dan lulus dalam waktu yang cepat
•          Dunia usaha: high competence yaitu mereka yang memiliki kemampuan dalam aspek teknis dan non teknis

Kenyataan di lapangan
•          Salah satu permasalahan klasik yang sering terdengar adalah keluhan bahwa lulusan perguruan tinggi ternyata tidak memenuhi kualifikasi yang diharapkan oleh dunia pekerjaan. Keluhannya adalah bahwa lulusan perguruan tinggi umumya memiliki karakteristik sebagai berikut :kurang tangguh, tidak jujur, cepat bosan, tidak bisa bekerja teamwork, minim kemampuan berkomunikasi lisan dan menulis laporan dengan baik. Selain itu keluhan yang juga sering muncul dari para pelaku dunia kerja adalah ungkapan-ungkapan sebagai berikut :  “pintar sih pintar  tapi kok gak bisa bekerja sama dengan orang lain” atau “jago sih bikin konsep, namun sayangnya tidak bisa meyakinkan ide hebat itu pada orang lain”, atau “baru teken kontrak 1 tahun tapi sudah mundur, kurang tahan banting,
•          Lulusan kurang tahan banting
•          Kurang cakap bernegosiasi
•          Muntaber
•          Kurang percaya diri
•          Tidak bisa menjual diri

Kenyataan di PT
•          Dalam hal ini  ada kecenderungan bahwa apa yang diberikan di bangku kuliah tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan di lapangan kerja. Dan gap itu adalah softskill. Kemampuan nonteknis yang tidak terlihat wujudnya (intangible) namun sangat diperlukan itulah prinsipnya yang disebut dengan softskill. Menurut penelitian di Eropa, kesuksesan seseorang di dunia kerja 80% ditentukan oleh kemampuan softskill dan 20% kemampuan hardskill 

Upaya peningkatan
•          Kesertaan dalam organisasi
•          pelatihan dan seminar
•          Pkl
•          KKN
•          Program DIKTI
REFERENSI : widhiarso.staff.ugm.ac.id/files/makalah_soft_skills.pdf

KESALAHAN PENALARAN



KESALAHAN PENALARAN
Dalam artikel sebelumnya saya sudah menjelaskan apa itu penalaran dan juga jenis-jenis penalaran itu sendiri beserta beberapa contohnya, dalam artikel kali inin saya akan menjelaskan tentang kesalahan penalaran.
Salah nalar dapat terjadi di dalam proses berpikir untuk mengambil keputusan. Hal ini terjadi karena ada kesalahan pada cara penarikan kesimpulan. Salah nalar lebih dari kesalahan karena gagasan, struktur kalimat, dan karena dorongan emosi.
Pengertian dan contoh salah nalar :
1.      Gagasan
2.      pikiran
3.      kepercayaan
4.      simpulan yang salah, keliru, atau cacat.
Dalam ucapan atau tulisan kerap kali kita dapati pernyataan yang mengandung kesalahan. Ada kesalahan yang terjadi secara tak sadar karena kelelahan atau kondisi mental yang kurang menyenangkan, seperti salah ucap atau salah tulis misalnya.
Ada pula kesalahan yang terjadi karena ketidaktahuan, disamping kesalahan yang sengaja dibuat untuk tujuan tertentu. Kesalahan yang kita persoalkan disini adalah kesalahan yang berhubungan dengan proses penalaran yang kita sebut salah nalar. Pembahasan ini akan mencakup dua jenis kesalahan menurut penyebab utamanya, yaitu kesalahan karena bahasa yang merupakan kesalahan informal dan karena materi dan proses penalarannya yang merupan kesalahan formal.
Gagasan, pikiran, kepercayaan atau simpulan yang salah, keliru, atau cacat disebut sebagai salah nalar.
Berikut ini salah nalar yang berhubungan dengan induktif, yaitu :
A. Generelisasi terlalu luas
Contoh : perekonomian Indonesia sangat berkembang

B. Analogi yang salah
Contoh : ibu Yuni, seorang penjual batik, yang dapat menjualnya dengan harga terjangkau. Oleh sebab itu, ibu Lola seorang penjual batik, tentu dapat menjualya dengan harga terjangkau.
Jenis – jenis salah nalar
A.   Deduksi yang salah : Simpulan dari suatu silogisme dengan diawali premis yang salah atau tidak memenuhi persyaratan.
contoh :
ü  Kalau listrik masuk desa, rakyat di daerah itu menjadi cerdas.
ü  Semua gelas akan pecah bila dipukul dengan batu.
B.    Generalisasi terlalu luas
Salah nalar ini disebabkan oleh jumlah premis yang mendukung generalisasi tidak seimbang dengan besarnya generalisasi itu sehingga simpulan yang diambil menjadi salah.
Contoh :
ü  Setiap orang yang telah mengikuti Penataran P4 akan menjadi manusia Pancasilais sejati.
ü  Anak-anak tidak boleh memegang barang porselen karena barang itu cepat pecah.
C.    Pemilihan terbatas pada dua alternatif
Salah nalar ini dilandasi oleh penalaran alternatif yang tidak tepat dengan pemilihan jawaban yang ada.
Contoh :
ü  Orang itu membakar rumahnya agar kejahatan yang dilakukan tidak diketahui orang lain.

D.   Penyebab Salah Nalar
Salah nalar ini disebabkan oleh kesalahan menilai sesuatu sehingga mengakibatkan terjadinya pergeseran maksud.
Contoh:
ü  Broto mendapat kenaikan jabatan setelah ia memperhatikan dan mengurusi makam leluhurnya.
ü  Anak wanita dilarang duduk di depan pintu agar tidak susah jodohnya.
E.    Analogi yang Salah
Salah nalar ini dapat terjadi bila orang menganalogikan sesuatu dengan yang lain dengan anggapan persamaan salah satu segi akan memberikan kepastian persamaan pada segi yang lain.
Contoh:
·         Anto walaupun lulusan Akademi Amanah tidak dapat mengerjakan tugasnya dengan baik.
F.    Argumentasi Bidik Orang
Salah nalar jenis ini disebabkan oleh sikap menghubungkan sifat seseorang dengan tugas yang diembannya.
Contoh:
ü  Program keluarga berencana tidak dapat berjalan di desa kami karena petugas penyuluhannya memiliki enam orang anak.
Salah nalar ada dua macam:
1.     Salah nalar induktif, berupa :
a.    kesalahan karena generalisasi yang terlalu luas,
b.    kesalahan penilaian hubungan sebab-akibat,
c.    kesalahan analogi.
2. Kesalahan deduktif dapat disebabkan :
a.    kesalahan karena premis mayor tidak dibatasi;
b.    kesalahan karena adanya term keempat;
c.    kesalahan karena kesimpulan terlalu luas/tidak dibatasi; dan
d.    kesalahan karena adanya 2 premis negatif.
Fakta atau data yang akan dinalar itu boleh benar dan boleh tidak benar.
Konsep dan simbol dalam penalaran
Penalaran juga merupakan aktifitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannya diperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa, sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen. Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupa kata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) dan penalaran menggunakan simbol berupa argumen.
Argumenlah yang dapat menentukan kebenaran konklusi dari premis. Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitas berpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan ada penalaran tanpa proposisi.
Bersama – sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akan terbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Atau dapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasil dari rangkaian pengertian.

Referensi :
ü  http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/materi-1-penalaran-bahasa-indonesia/
ü  Bahasa Indonesia/Sepitri

Entri Populer

Ana na...na... Slideshow: Ana’s trip to Jakarta, Java, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Jakarta slideshow. Take your travel photos and make a slideshow for free.
 

HELLO AKU ANA. Design By: SkinCorner